Rabu, 09 November 2011

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM?

Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
  2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
  3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta

HAKIKAT HIDUP DI DUNIA

HAKIKAT HIDUP DI DUNIA

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, pandangan kita terhadap kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah sekedar tempat mampir sebentar. Sebab masih ada perjalanan panjang seorang anak manusia ke depannya. Dunia ini adalah alam yang berada pada urutan kedua dalam perjalanan manusia, setelah sebelumnya hidup di alam rahim, selama kurang lebih 9 bulan. Dunia yang sekarang kita tempati ini, paling lama 100 tahun akan kita tempuh. Tapi ukuran ini tidak baku, sebab kapan saja dan dimana saja, Allah SWT akan berkenan memindahkan kita ke alam lainnya lagi.

Bisa saja seorang baru sekali menghirup udara dunia ini, lalu Allah SWT langsung memanggilnya. Ada juga yang sudah tua, tapi tidak sedikit yang masih muda, sehat wal afiat, punya karir bagus, kaya, terhormat dan sedang jaya-jayanya, namun ketentuan Allah SWT tidak bisa ditolak oleh manusia manapun. Kapan saja Allah mau, dicabutlah nyawa kita, dengan sebab tertentu atau pun tanpa sebab tertentu. Segala macam daya dan upaya yang kita lakukan, tidak akan mampu menolak apa yang telah Allah tetapkan.

Setelah melewati alam dunia ini, semua manusia akan mengalami banyak alam lainnya. Pilihannya ada dua, mendapatkan kenikmatan atau kesengsaraan. Tapi memilihnya harus sejak sekarang ini, bukan pada saat kita sudah di alam lain nanti. Sebab alam dunia sekarang ini memang telah ditetapkan oleh Allah untuk dijadikan penentu tempat kita ketika berpindah ke alam lain.

Di alam dunia ini, Allah hanya meminta kita untuk menyatakan pengakuan bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusannya. Lalu kita hidup dengan menggunakan aturan syariah yang telah ditetapkannya. Semua informasi tentang tata cara kehidupan yang dikehendaki-Nya, sudah disampaikan dengan sangat jelas melalui Qur’an dan Hadits. Tidak ada alasan lagi untuk berdalih bahwa seseorang di dunia ini tidak mendapatkan informasi apa-apa tentang agamanya.

Bila seseorang di dunia ini menjalankan apa yang Allah tetapkan, maka ketika masuk ke alam lain nanti, kebahagiaan akan tetap meliputinya. Baik kebahagiaan jasmani maupun rohani. Sebaliknya, bila alam dunia ini dijadikan tempat untuk main-main, melupakan apa yang Allah perintahkan, melanggar apa yang telah dilarangnya, menganggap sepi semua aturan-Nya, maka begitu masuk ke alam lain, dia harus siap hidup sengsara lahir batin. Di alam kubur akan disiksa dengan azab yang pedih. Di padang mahsyar akan dibuat tersesat dan ketakutan. Di pengadilan akhir zaman akan dijatuhkan vonis berat dan kemudian akhirnya akan dimasukkan ke dalam gejolak api neraka yang menyakitkan.

Alangkah bahagianya seseorang yang bisa melihat peta perjalanan seorang anak manusia dengan cara seperti ini. Toh, masa hidupnya di alam dunia ini sangat relatif, bisa lama atau bisa juga sebentar. Sedangkan alam-alam lain yang akan kita hadapi nanti begitu besar dan abadi.Sayang sekali bila kesempatan emas berupa waktu yang disediakan di alam dunia ini kita sia-siakan. Lebih baik sedikit susah, sabar dan bersungguh-sungguh di alam dunia yang hanya sementara, dari pada tersiksa abadi di alam lainnya lagi.

Kita semua akan segera pindah alam, cepat atau lambat. Pastikan bahwa ketika kita pindah ke alam lain, kita membawa bekal iman dan amal shalih. Kalau tidak, kita akan sangat merugi.

Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih, serta saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran (QS Al-'Ashr: 1-4)

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM?

Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
  2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
  3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta

CINTA DALAM ISLAM

Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).


Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.

Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..

Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…

Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:

1) Iman yang kuat

2) Ikhlas dalam beramal

3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya. 


“Dunia ini bagi orang beriman adalah ladang dzikir, & akhirat akan menjadi panen bagi mereka.
Mereka berjalan dengan memakai sarana syukur kepadaNya, hingga sampai pada anugerah-anugerah yg dikeluarkan dari perbendaharaan simpananNya. Sesungguhnya Dia Raja Yang Maha Mulia”

CINTA DALAM ISLAM

"Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut,
mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi
yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga."
Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk mencintai Allah lebih dari mencintai
makhluk dan segala ciptaan-Nya.

Bagaimana menyikapi cinta pada seseorang yang tumbuh dari lubuk hati?
Apakah cinta itu adalah karunia sehingga boleh dinikmati dan disyukuri
ataukah berupa godaan sehingga harus dibelenggu? Bagaimana sebenarnya
Islam menuntun umatnya dalam mengapresiasi cinta? Tak mudah rasanya
menemukan jawaban dari kontroversi cinta ini.

Islam mengajarkan bahwa seluruh energi cinta manusia seyogyanya digiring
mengarah pada Sang Khalik, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta 
pada sesama makhluk. Justru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata 
karena mencintai-Nya. Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah
ayat 165, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-
tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. 
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah."

Jadi Allah SWT telah menyampaikan pesan gamblang mengenai perbedaan dan
garis pemisah antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman
melalui indikator perasaan cintanya. Orang yang beriman akan memberikan
porsi, intensitas, dan kedalaman cintanya yang jauh lebih besar pada
Allah. Sedangkan orang yang tidak beriman akan memberikannya justru kepada
selain Allah, yaitu pada makhluk, harta, atau kekuasaan.

Islam menyajikan pelajaran yang berharga tentang manajemen cinta; tentang
bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioritas cintanya. Urutan
tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada
Rasul-Nya (QS 33: 71). Cinta pada sesama makhluk diurutkan sesuai dengan
firman-Nya (QS 4: 36), yaitu kedua orang ibu-bapa, karib-kerabat (yang
mahram), anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sedangkan
harta, tempat tinggal, dan kekuasaan juga mendapat porsi untuk dicintai
pada tataran yang lebih rendah (QS 9: 24). Subhanallah!

Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta bisa diwujudkan
sebagai perilaku yang tampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta
seseorang kepada Allah SWT adalah banyak bermunajat, sholat sunnah,
membaca Al Qur'an dan berdzikir karena dia ingin selalu bercengkerama dan
mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Bila Sang Khaliq memanggilnya
melalui suara adzan maka dia bersegera menuju ke tempat sholat agar bisa
berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk
berduaan (ber-khalwat) dengan Rabb kekasihnya melalui shalat tahajjud.
Betapa indahnya jalinan cinta itu!

Tidak hanya itu. Apa yang difirmankan oleh Sang Khaliq senantiasa
didengar, dibenarkan, tidak dibantah, dan ditaatinya. Kali ini saya baru
mengerti mengapa iman itu diartikan sebagai mentaati segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya. Seluruh ayat-Nya dianggap sebagai
sesuatu yang luar biasa sehingga seseorang yang mencintai-Nya merasa
sanggup berkorban dengan jiwa, raga, dan harta benda demi membela
agama-Nya.

Totalitas rasa cinta kepada Allah SWT juga merasuk hingga sekujur roh dan
tubuhnya. Dia selalu mengharapkan rahmat, ampunan, dan ridha-Nya pada
setiap tindak-tanduk dan tutur katanya. Rasa takut atau cemas selalu
timbul kalau-kalau Dia menjauhinya, bahkan hatinya merana tatkala
membayangkan azab Rabb-nya akibat kealpaannya. Yang lebih dahsyat lagi,
qalbunya selalu bergetar manakala mendengar nama-Nya disebut. Singkatnya,
hatinya tenang bila selalu mengingat-Nya. Benar-benar sebuah cinta yang
sempurna... Puji syukur ya Allah, saya menjadi lebih paham sekarang! Cinta
memang anugerah yang terindah dari Maha Pencipta. Tapi banyak manusia
keliru menafsirkan dan menggunakannya. Islam tidak menghendaki cinta
dikekang, namun Islam juga tidak ingin cinta diumbar mengikuti hawa nafsu
seperti kasus sahabat saya tadi.

Jika saja dia mencintai Allah SWT melebihi rasa sayang pada kekasihnya.
Bila saja pujaan hatinya itu adalah sosok mukmin yang diridhai oleh-Nya.
Dan andai saja gelora cintanya itu diungkapkan dengan mengikuti
syariat-Nya yaitu bersegera membentuk keluarga sakinah, mawaddah, penuh
rahmah dan amanah... Ah, betapa bahagianya dia di dunia dan akhirat...

Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana
seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan
cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi. Cinta seperti ini
diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama
sekaligus pujangga dan ahli hukum dari Andalusia Spanyol dalam bukunya
Kalung Burung Merpati (Thauqul Hamamah), "Cinta itu bagaikan pohon,
akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah." Wallahua'lam
bish-showab.

Rabu, 20 Juli 2011

SERATUS DUA PULUH DELAPAN (128) KATA-KATA MUTIARA MOTIVASI HIDUP

SERATUS DUA PULUH DELAPAN (128) KATA-KATA MUTIARA MOTIVASI HIDUP

Kita tahu bahwa mutiara merupakan benda berkualitas yang punya nilai yang sangat tinggi. Kata-kata mutiara juga bisa diartikan sebagai kata-kata ataupun ucapan yang mengandung hikmah yang bisa mempengaruhi dan mendorong pikiran / jiwa seseorang dalam kehidupan. Kebanyakan para ahli pidato/juru bicara, dan mereka yang senantiasa positive thinking dalam kehidupannya sangat menyukai kata-kata mutiara, terutama kata-kata mutiara yang bisa memberikan motivasi dan semangat hidup. Kata-kata mutiara tersebut adalah dari para pakar atau ahli ilmu, kemudian dikutip dan dikumpulkan oleh orang-orang yang menyukainya, seperti yang banyak bertebaran dalam internet. Kata-kata tersebut dirasa sangat sangat penting dan bermanfaat, sehingga turun temurun dipakai oleh manusia dalam kehidupan, dan tidak pernah disembunyikan oleh pemiliknya melainkan terus menerus selalu disebar luaskan ke masyarakat,
Sedangkan motivasi, pada dasarnya adalah dorongan (dorongan jiwa) untuk bertindak. Maka motivasi hidup bisa diartikan dorongan yang bisa membangkitkan semangat dalam hidup..
Mengapa kita hidup? Mengapa kita ada di dunia ini? Jika kita bertanya mengapa kita hidup, kita harus bertanya kepada Yang Menghidupkan kita. Tiada lain adalah Allah SWT. Dan, Allah SWT sudah menjawab pertanyaan kita ini dan dituliskan dalam kitab suci kita Al Qur’an.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Ad Dzariat:56)
Tuhan memberikan ketegasan dan penjelasan kepada kita, bahwa pada hakekatnya tugas hidup manusia adalah agar mengabdikan diri (beribadah)  kepadaNya.
Jadi  ibadahlah yang menjadi motivasi hidup sejati kita. Hidup kita tiada lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Segala gerak gerik kita, pemikiran kita, dan ucapan kita harus dalam rangka beribadah kepada Allah.
Ada sekumpulan pesan yang merupakan mutiara motivasi hidup bagi kita untuk mendorong kepada kita agar sukses dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, yaituseratus dua puluhdelapan (128) mutiara motivasi hidup.

Pesan dalam kumpulan kata-kata mutiara ini tidak akan pernah menyentuh jiwa yang kerdil, pemalas, pesimis, mudah patah semangat, tidak percaya diri, serta tidak memiliki cita-cita! Kata-kata mutiara motivasi hidup tersebut, yaitu:
1. Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan (Robert F. Kennedy)
2. Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka (Brian Tracy)
3. Percayalah pada keajaiban, tapi jangan tergantung padanya (H. Jackson Brown, Jr)
4. Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan mungkin aku tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan aku mungkin takkan melupakanmu (William Arthur)
5. Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu (Sydney Smith)
6. Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
7. Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda. Tetapi, jangan juga segan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada Anda (Pope John XXIII)
8. Alam memberi kita satu lidah, akan tetapi memberi kita dua telinga, agar kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara (La Rouchefoucauld)
9. Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati (Caleb CC.)
10. Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh (Mohandas Ghandi)
11. Kegagalan tidak diukur dari apa yang telah Anda raih, namun kegagalan yang telah Anda hadapi, dan keberanian yang membuat Anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi (Orison Swett Marden)
12. Dan bahwa setiap pengalaman mestilah dimasukkan ke dalam kehidupan, guna memperkaya kehidupan itu sendiri. Karena tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan (Annemarie S.)
13. Urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui diri sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini (Stuart B. Johnson)
14. Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat dan kerja keras (Harry S. Truman)
15. Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya (Louis L’amour)
16. Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir (W.A. Nance)
17. Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya (Victor Hugo)
18. Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan, tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian (Francis Bacon)
19. Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran (James Thurber)
20. Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama (Norman Vincent Peale)
21. Kebahagiaan akan tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami tiap hari dengan sikap dan tindakan memberi (J. Donald Walters)
22. Sedikit sekali orang yang memiliki hartanya sendiri. Hartalah yang memiliki mereka (Robert G. Ingersoll)
23. Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)
24. Orang yang bahagia bukanlah pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
25. Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda tak akan bisa melompati jurang dengan dua lompatan kecil (David Lloyd George)
26. Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (General Collin Power)
27. Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur kita dengan mengukur dari adap yang telah kita lakukan (Henry Wadsworth Longfellow)
28. Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda (Aldous Huxley)
29. Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi (Jawaharlal Nehru)
3o. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan (Confusius)
31. Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia hari ini (Samuel Taylor Colleridge)
32. Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam diri Anda, yaitu di dalam cara berpikir dan bersikap (Fred Corbett)
33. Kesalahan terbesar yang dibuat manusia dalam kehidupannya adalah terus-menerus merasa takut bahwa mereka akan melakukan kesalahan (Elbert Hubbad)
34. Kebanggan kita yang terbesar bukan karena tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh (Confusius)
35. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan, dan saya percaya pada diri saya sendiri (Muhammad Ali)
36. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah (Thomas Alfa Edison)
37. Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya (Alexander Pope)
38. Kita berdoa jika kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah (Khalil Gibran)
39. Bagian terbaik dari seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain (William Wordsworth)
40. Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tapi membalas dengan buah (Abu Bakar Sibli)
41. Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad Saw.)
42. Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih (Lao Tse)
43. Kaca, porselen, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa bekas yang nampak (Benjamin Franklin)
44. Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain (Thomas Hardy)
45. Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah dan gelombang itu (Marcus Aurelius)
46. Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya (Jalinus At Thabib)
47. Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika semua orang mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan (Sir Francis Bacon)
48. Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusukan dan pengkhianatan (Johan Wolfgang Goethe)
49. Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali nampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah melakukannya dengan baik (Evelyn Underhill)
50. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jackson)
51. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai (Schopenhauer)
52. Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak (Aldus Huxley)
53. Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi (Ernest Newman)
54. Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri (Martin Vanbee)
55. Dalam masalah hati nurani, pikiran pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang terbaik (Robert Hall)
56. Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tidak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu (William Feather)
57. Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika ia marah (Nabi Muhammad Saw.)
58. Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berfikir seperti komputer (Sydney Harris)
59. Orang-orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda (Dale Carnegie)
60. Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain (Cicero)
61. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)
62. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain adalah ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar (La Roucefoucauld)
63. Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan (Nabi Muhammad Saw.)
64 Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari, dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri (Mary Mc Carthy)
65. Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri (John McCLoy)
66. Apapun tugas hidup kita, lakukanlah dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati dan yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi (Marthin Luther King)
67. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri (Bung Karno)
68. Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua : mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan tapi tak pernah memikirkannya (John Charles Salak)
69. Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa (Denis Waitley)
70. Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, itu bukan soal yang Anda pelajari di sekolah. Tetapi, bila Anda tidak pernah belajar makna persahabatan, Anda benar-benar tidak belajar apa pun (Muhammad Ali)
71. Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain yang merasa gelisah, ketidakmampuan merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman, ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah (Samuel H. Holdenson)
72. Maafkanlah musuh-musuh Anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya (John F. Kennedy)
73. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri (Benjamin Disraeli)
74. Ada dua macam manusia di dunia ini : mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya dapat terselesaikan (Alan Cohen)
75. Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai (Imam Ali RA)
76. Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi (Phytagoras)
77. Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang kecuali Tuhan (Syaikh Ahmad Al-Alawi)
78. Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka (Mark Twain)
79. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Ghandi)
80. Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan (Albert Einstein)
81. Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran (Corni Ten Boom)
82. Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tapi kita kehilangan semangat (Abraham Lincoln)
83. Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan yang paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
84. Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)
85. Seorang pecundang tak tahu apa yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)
86. Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)
87. Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi harapan (Alexander Pope)
88. Jadikan deritaku sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuatan Yang Maha Esa (Bung Karno)
89. Ia akan datang, dan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa – setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan tangan dan kaki terikat, apa bedanya? (Kabir)
90. Satu-satunya yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri (Franklin D. Rosevelt)
91. Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikit pun. Tapi, pada pukulan ke seratus satu kali, batu itu pecah menjadi dua. Saya tahu bahwa bukan pukulan terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya (Jacob Riis)
92. Jika Anda membiarkan sesuatu yang kecil berlalu, Anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga. Jika Anda membiarkan lebih banyak hal berlalu, Anda akan meraih lebih banyak kedamaian. Jika Anda benar-benar membiarkan seluruhnya berlalu, Anda akan mendapatkan seluruh kedamaian (Ajahn Chah)
93. Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. (J. Sidlow Baxter)
94. Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa jadi (Abraham Maslow)
95. Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk dalam hati Anda, tetap akan terpancar kekuatan kelam. Pikiran cinta, meskipun tak mengucapkannya, maka dunia pun akan terasa lebih terang (Ella Wheeler Wilcox)
96. Kadang-kadang anda dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada seorang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi mereka (Brian Tracy)
97. Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah Ibnu Mubarak)
98. Kesempatan Anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan Anda pada diri sendiri (Robert Collier)
99. Saya tak pernah menjumpai seseorang yang menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang menderita karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha (Dr. James Mantague)
100. Nilai manusia, bukan bagaiman ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Bukan apa yang telah ia perolah, melainkan apa yang telah ia berikan. Bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuha kepadanya (Ministry)
101. Perhatikan perbedaan antara apa yang terjadi bila seseorang berkata, “Saya telah gagal tiga kali”, dan apa yang terjadi bila ia berkata, “Saya orang yang gagal”. (S. I. Hayakawa)
102. Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang (Thomas Jefferson)
103. Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah, percaya pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu. Kedua cara tersebut membebaskan kita dari berfikir (Theodore Rubin)
104. Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena tidak melakukan apa-apa (George Bernard Shaw)
105. Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
106. Apapun fakta yang ada di depan kita tidak lebih penting dari sikap kita dalam menghadapinya, karena itulah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan kita (Norman Vincent Peale)
107. Anda adalah produk dari lingkungan Anda. Maka, pilihlah lingkungan terbaik bagi pengembangan Anda menuju tujuan-tujuan Anda. Analisalah hidup Anda melalui lingkaran Anda. Apakah hal-hal di sekitar Anda membatu Anda menuju sukses atau malah menahan Anda? (W. Clement Stone)
108. Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan (Andrew Jackson)
109. Kebencian atau dendam tidak menyakiti orang yang tidak Anda sukai. Tetapi setiap hari dan setiap malam dalam kehidupan Anda, perasaan itu menggerogoti Anda (Norman Vincent Peale)
110. Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya (Jean Paul Reatcher)
111. Maut bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari sementara kita masih hidup (Norman Cousins)
112. Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain (Confusius)
113. Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi kebiasaan (Aristoteles)
114. Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat (Leroy Eims)
115. Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Anda lah – bukan mereka – yang harus hidup dengan pilihan yang Anda buat (Sarah Brklacich)
116. Bukalah mata sewaktu berjalan, karena bisa saja Anda akan bertemu kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah erat-erat, karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu (Anonim)
117. Sifat cinta sama seperti sifat air dan tanah. Apabila Anda tidak cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang keruh. Apabila Anda cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang bersih dan jernih (Hazrat Inayat Khan)
118. Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (Gen Collin Powel)
119. Kita datang ke dunia ini sendiri, dan sendiri pula kita meninggalkannya. Di antara pintu masuk dan pintu keluar, kita menghabiskan waktu lain untuk mencari persahabatan (E. M. Dooling)
120. Mereka yang tidak bisa memaafkan orang lain menghancurkan jembatan yang akan dilewatinya (Confusius)
121. Tuhan menganugerahi Anda wajah, tapi kita harus memberikannya ekspresi (Anonim)
122. Manusia tidak dirancang untuk gagal, tapi manusia-lah yang gagal untuk merancang (William J. Siegel)
123. Hati Anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu (Hazrat Inayat Khan)
124. Apabila telah sempurna akal seseorang maka sedikitlah bicaranya( yakni tiada pernah mengeluarkan kata yang tiada guna), dan pastikanlah kedangkalan pikiran seseorang jika dia banyak obrolannya. (Syair).
125. Barang siapa mencari ilmu karena untuk tujuan akhirat maka akan beruntung memperoleh anugrah kebenaran, sedangkan kerugianlah bagi mereka yang mencari ilmu hanya untuk tujuan memperoleh keuntungan (profit) dari sesama hamba. (Imam Abu Hanifah)
126. Ilmu itu akan menjadi hiasan bagi pemiliknya dan menjadikan hidup lebih berkualitas dan terpuji. ( Muhammad Hasan Bin Abdillah).
127; Jadikanlah setiap hari senantiasa mendapatkan tambahnya ilmu, dan renangilah lautan pengetahuan agar terus senantiasa bertambah. (Muhammad Hasan Bin Abdillah).
128. Ingatlah, bahwa anda tidak akan sukses dalam menuntut ilmu kecuali dengan enam perkara, yaitu: 1. Senantiasa belajar ( mengasah/mempertajam otaknya), 2. Ada motivsi (dorongan jiwaa dari dirinya), 3. Sabar, 4. Memiliki bekal financial (biaya), 5. Memperhatikan dan mendapat petunjuk guru. 6. Butuh waktu lama untuk dapat memiliki banyak pengetahuan (ilmu). ( Ali bin Abi Tholib).

Semoga sekumpulan kata mutiara motivasi hidup tersebut dapat mendorong kita untuk lebih semangat dalam menjalani hidup dan kehidupan, demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin.

Sabtu, 09 Juli 2011

HIDUP SUKSES DAN SUKSES SELALU

SEMUA ORANG PASTI  INGIN HIDUP SUKSES
DO YOU WANT SUCCESS  IN YOUR LIFE?
DO EVERYTHING WELL!


Pepatah mengatakan: “ siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil”. Kalimat ini memang sederhana, akan tetapi semakin kita renungi dan semakin kita coba untuk pahami, maka semakin yakin juga kita akan kebenaran kata-kata tersebut. Keberhasilan memang membutuhkan kesungguhan dan kerja keras, seperti yang pernah diajarkan ketika sekolah dulu. Rizki didapatkan dengan kerja keras, dan kegagalan umumnya disebabkan karena kemalasan. Jangan pernah mengharapkan keajaiban jika kita tidak berusaha. Hal ini juga sesuai dengan apa yang Allah SWT janjikan dalam Surat Ar-Rad ayat 11, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ‘.

Ketika kita dihadapkan pada kesulitan atau ketika kita dihadapkan pada tuntutan yang luar biasa, mungkin tidak jarang kita berpikir dan mengeluh ‘kenapa berat sekali?  Tapi apakah dengan mengeluh semua persoalan serta merta langsung hilang bersamaan dengan keluhan kita? Ketahuilah! Bahwa  Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur;an, surat Al-Baqarah ayat 286.

Yakinlah dengan kemampuan yang kita miliki, jangan merasa lebih rendah dari orang lain dan jangan merasa tidak mampu sebelum berusaha. Jika anda meyakini tidak ada kemudahan yang kekal, maka yakinilah kalau tidak ada kesulitan yang kekal juga. Jangan pernah mau tenggelam dalam kesulitan dan jangan bermalas-malasan, karena bermalas-malasan tidak akan mengubah hidup kita. Jangan lihat segala sesuatu dengan kacamata negatif, karena anda hanya akan melihat kesulitan dengan kaca mata tersebut. Gantilah dengan kaca mata positif, agar anda dapat berpikir dengan jernih dan melihat harapan sekecil apapun itu.

Pepatah mengatakan: “Sebesar kemauanmu, sebesar itu pula yang kau dapatkan”. Ya, semua berawal dari pikiran positif dan cita-cita kita, yang oleh Stephen Covey diistilahkan begin in the end in mind. Yang maksudnya, bergegaslah kepada apa yang kita inginkan dengan membuat perencanaan sebaik mungkin, berusahalah untuk menggali potensi dan kemungkinan yang ada. Jika kita bilang tidak memiliki potensi dan peluang, kemungkinan ada yang salah dalam perencanaan atau bahkan pikiran kita, karena kita pasti memiliki potensi yang belum tentu dimiliki orang lain. Setelah itu cobalah untuk menyalurkan dan menunjukkan semua potensi yang ada sambil melatihnya dengan konsisten. Berusahalah untuk menciptakan momentum, dan jangan menunggu momentum datang, karena kita tidak akan pernah tahu kapan momentum itu datang jika tidak pernah berusaha menciptakannya. Selanjutnya berusahalah untuk mengelola pekerjaan dan waktu anda, agar lebih efisien dan efektif. Untuk mengelola pekerjaan dan waktu kita memang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi, maka berusahalah untuk disiplin terhadap apa yang telah kita rencanakan sebelum orang lain atau bahkan kompetitor yang mendisiplinkan kita.

Jika anda sudah berusaha, namun apa yang kita pikirkan dan rencanakan belum juga terwujud, maka bersabarlah, tetaplah untuk berusaha, dan jangan pernah berhenti. InsyaAllah, jika kemauan kita benar maka jalan menuju apa yang kita harapkan akan terbuka, cepat atau lambat. Pepatah mengatakan: “ When there is a will there is a way. Yang maksudnya, kapan saja ada kemauan, maka akan ditemui juga jalannya. Jangan pernah mengaharapkan keajaiban, jika kita tidak terus berusaha. Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar setelah sekian ratus kali percobaan, Kolonel Sanders menemukan resep ayam goreng setelah sekian ribu kali, Siti Hajar menemukan air zam-zam untuk Nabi Ismail, putranya, setelah berlari-lari bolak balik dari bukit Shafa ke bukit Marwah berkali-kali.

Jika suatu saat apa yang kita pikirkan dan rencanakan sudah berhasil kita dapatkan, janganlah lupa untuk bersyukur, jangan juga bersikap sombong apalagi takabur atas pencapaian kita, dan tetaplah berusaha untuk selalu menghargai orang lain. Karena, semuanya itu kita dapatkan atas kuasa Sang Khalik, dan mungkin tidak sedikit atas bantuan orang lain tanpa kita sadari. Jangan juga cepat berpuas diri atas apa yang berhasil kita raih sehingga membuat kita terlena pada zona aman dan nyaman. Ingat, tidak ada kesulitan dan kemudahan yang kekal. Zaman terus berubah dan siapa yang sanggup mengikuti perubahan, senantiasa positive thinking, dengan didasari  iman kepada Sang Kholik, merekalah yang akan bertahan menjadi pemenangnya. Oleh karena itu, gali terus kemampuan dan potensi yang kita miliki, evaluasi setiap proses yang kita lakukan, dan teruslah belajar untuk lebih baik lagi.

Semoga dengan itu, kita menjadi manusia yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam segala situasi. Sehingga kita selalu bersinar terang, bahkan jika memungkinkan paling terang dan penuh sinar Ilahi,  seperti indahnya bintang di langit luas dan bukan sebagai bulan yang memantulkan pesona bintang. Karena meskipun bulan terlihat, tetap saja yang paling bersinar adalah bintang. Semoga kita hidup sukses, sukses, dan sukses. Aamiin.

Kamis, 07 Juli 2011

GRAMMAR FOR CHILDREN

GRAMMAR
FOR
CHILDREN

By : Muhammad Nurhadi, A.Md.Pd
NIP. 196002121984031006



Pendahuluan

Bahasa Inggris adalah bahasa dunia atau bahasa internasional. Bahasa tersebut sangat penting bagi kita, karena dalm era globalisasi ini kita kita butuh berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia menggunakan bahasa Inggris. Artinya jika kita ingin mudah untuk berjalan-jalan di seluruh pelosok dunia, kita harus bisa berbicara bahasa Inggris.
Salah satu solusi untuk mengatasi problem komunikasi yang dialami manusia dari pemilikan bahasa yang berbeda-beda, adalah  bahasa Inggris, karena bahasa Inggris telah diakui oleh dunia sebagai bahasa komunikasi dunia..
Untuk itu bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat penting untuk dipelajari. Sejak dini, anak-anak perlu dikenalkan dengan bahasa Inggris. Seperti kata pepatah, belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.
Atas alasan itu, kami memiliki inisiatif untuk menyusun buku sebagai panduan bagi anak-anak yang ingin mendalami bahasa Inggris, yang kami beri judul Grammar for Children. Dengan harapan di samping anak-anak Indonesia bisa mahir berbicara bahasa Inggris dengan lancar, sebagai kaum terpelajar juga perlu tahu bahwa sebagai bahasa Internasional tentu bahasa Inggris memiliki standard bahasa, untuk menjaga bahasa tersebut dari kerusakan bahasa itu sendiri. Lebih-lebih dalam situasi/acara resmi, maka kita harus berusaha menggunakan bahasa Inggis dengan baik dan benar. Kebiasaan menggunakan bahasa Inggris yang tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa, maka akan mempersubur munculnya perusak-perusak bahasa dan dan akan mencetak guru bahasa Inggris yang tidak mampu menyalahkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan/diperbuat oleh murid-murid/anak didiknya. Itulah sebabnya kami menyusun buku grammar sederhana ini untuk membantu anak-anak yang ingin memperdalam bahasa Inggris. Memang dalam taraf latihan/berlatih berbicara dan melatih keberanian untuk berbicara, maka grammar(tata bahasa) dapat diabaikan untuk sementara waktu agar tidak muncul keraguan dan takut salah dalam berbicara. Tapi bukan untuk benar-benar diabaikan yang mengakibatkan pemakaian bahasa Inggrisnya sangat belepotan dan sangat parah. Terlebih kalau yang sangat belepotan dalam berbicara itu seorang guru bahasa Inggris dan diketahui oleh muridnya yang pintar, maka akan sangat memalukan. Itulah perlunya mengetahui bahasa standard dalam bahasa Inggris.
Buku lain yang bisa mendukung untuk lebih menguasai bahasa Inggris dan sebagai pelengkap buku ini antara lain Tenses for Children, Enriching English, dan Dictionary for Kids.
Daftar Isi

Halaman Judul.................................................................................................. 1
Pendahuluan...................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................ 3
Bab 1. Noun (N) = Kata Benda........................................................................ 4
Bab 2. Verb (V) = Kata Benda......................................................................... 5
Bab 3. Adjective (Adj) = Kata Sifat................................................................. 6
Bab 4. Adverb (Adv) = Kata Keterangan....................................................... 8
Bab 5. Pronoun (Pron) = Kata Ganti.............................................................. 9
Bab 6. Preposition (Prep) = Kata Depan....................................................... 10
Bab 7. Conjunction (Conj) = Kata Sambung............................................... 11
Bab 8. Kalimat Verbal dan Kalimat Nonverbal........................................... 12
Bab 9. Kalimat Negatif................................................................................... 14
Bab 10. Kalimat Tanya................................................................................... 16
Bab 11. Kata Ganti......................................................................................... 20
Bab 12. To be dan Kata Kerja Bantu........................................................... 39
Bab 13. Auxiliary Verb................................................................................... 61
Penutup............................................................................................................ 76
Daftar Pustaka................................................................................................ 77



Bab 1
Noun (N) = Kata Benda

Kata benda (nouns) adalah kata yang menunjukkan nama suatu barang atau benda di dunia ini, baik konkrit maupun abstrak.

Contoh:
Konkrit :     door         - pintu
                   table         - meja
                   book         - buku
                   window   - jendela
                   towel        - handuk
Abstrak :    news        - berita
                   God         - Tuhan
                   wind        - angin
                   soul          - jiwa
                   love          - cinta

Ciri-cirinya:
▲ biasanya didahului artikel the/an/a
(the book, an apple, a student, dll)
                  



Bab 2
Verb (V) = Kata Kerja

Kata kerja (Verbs) adalah kata yang menunjukkan aktifitas, baik yang bisa dilihat maupun yang tidak bisa dilihat.

Contoh:
Bisa dilihat :             study     - belajar
                                 drink      - minum
                                 eat          - makan
Tidak bisa dilihat :   love        - mencintai
                                 think      - berpikir
                                 want      - ingin

Ciri-cirinya:
Verb mempunyai perubahan bentuk kata. Contoh: to take, take, took, taken, taking (mengambil).
Perubahan bentuk ini sesuai dengan bentuk tensesnya. Tenses adalah suatu bentuk kata kerja yang disesuaikan dengan subject dan waktunya.




Bab 3
Adjective (Adj) = Kata Sifat

Kata sifat (adjectives) adalah kata yang memberi sifat atau keterangan tentang kata benda.

Contoh:
hot                   - panas
fresh                - segar
beautiful          - indah
big                   - besar
blue                 - biru
clever              - pandai
lazy                 - malas
long                 - panjang
new                 - baru
sad                  - sedih

Ciri-cirinya:
a.  Letaknya didepan kata benda
hot coffee       - kopi panas
fresh fruit        - buah segar
big book          - buku besar

Maka hot, fresh, dan big adalah adjective, karena
hot       - panas        menerangkan kopi
fresh    - segar         menerangkan buah
big       - besar         menerangkan buku

b.  Letaknya setelah to be (baca to be di bab 11)
the girl is beautiful
gadis itu cantik

the boy is clever
anak itu pandai

the sky is blue
langit itu biru

this newspaper is new
surat kabar ini baru

            Maka beautiful, clever, blue, new adalah adjective (kata sifat) karena memberikan keterangan kepada kata benda, dan terletak setelah to be (is)





Bab 4
Adverb (Adv) = Kata Keterangan

Kata keterangan (adverbs) adalah kata yang menerangkan kata kerja.

Contoh:
I walk slowly
saya berjalan perlahan
slowly – perlahan = adverb

You study hard in the school.
Kamu belajar giat di sekolah.
hard – giat = adverb
in the school = di sekolah = adverb

They sing gayly on the stage today
Mereka bernyanyi dengan riang di panggung hari ini.
gayly – dengan riang = adverb
on the stage – di panggung = adverb
today – hari ini = adverb

Adverb itu bermacam-macam, ada yang menunjukkan:
a.  keadaan (manner) : slowly, hard, gayly
b. tempat (place) : in the school, on the stage
c.  waktu (time) : today
dan masih banyak adverb yang lain.

Ciri-cirinya:
Adverb akan selalu menunjang makna dari kata kerja sehingga posisinya dekat dengan verb.



Bab 5
Preposition (Prep) = Kata Depan

Kata depan (preposition) adalah kata yang menunjukkan posisi (letak/kedudukan) dan arah dan biasanya letaknya di depan kata benda.

Contoh:
in                - di
beside         - di samping
over            - di atas
under          - di bawah
at                - pada
from           - dari

I live in Jakarta
saya tinggal di Jakarta
in – di = preposition

You must come on time
Kamu harus datang tepat pada waktunya
on – tepat pada = preposition

May I sit beside you
Bolehkah saya duduk di sampingmu
Beside – di samping = preposition

Ciri-cirinya:
Biasanya katanya pendek-pendek : at, in, on, dan sebagainya.



Bab 6
Conjunction

Kata sambung (conjunction) adalah kata yang menghubungkan satu kata dengan kata yang lainnya, satu frasa dengan frasa lainnya, satu kalimat dengan kalimat lainnya, atau satu kelompok kalimat dengan kelompok kalimat lainnya.

Contoh:
and               - dan
or                  - atau
but                - tetapi
because         - karena
if                   - jika
though          - walaupun
but                   -  tetapi
I buy a book and pen
Saya membeli sebuah buku dan sebuah pulpen

I come to your house or you come to my house
Saya datang ke rumahmu atau kamu datang ke rumah saya

Ciri-cirinya:
Untuk menentukan preposition bisa dilihat dari posisinya di antara kata atau di antara kalimat.




Bab 7
Interjection (Int) = Kata Seru

Kata seru (conjuction) adalah kata yang digunakan untuk ungkapan tertentu dengan nada dan tanda seru.

Contoh:
hi…!                - hai…!
hello…!           - halo…!
bravo…!          - hidup…!
hurra…!          - hore…!
yell…!             - yel…!



Bab 8
Kalimat Verbal dan Kalimat Nonverbal

Kalimat Verbal
Kalimat verbal adalah suatu kalimat yang predikatnya berupa kata kerja atau verb.

Rumusnya yaitu :
subject + kata kerja + sisa kalimat

Contoh :
I play football
Saya bermain sepak bola

We have much money
Kita punya banyak uang

He wants to buy a book
Dia ingin membeli sebuah buku

Pada kalimat di atas, play dan have adalah kata kerja sehingga kalimat tersebut merupakan kalimat verbal.

Kalimat nonverbal
Kalimat non-verbal adalah suatu kalimat yang predikatnta berupa bukan kata kerja (non-verb).

Rumusnya yaitu :
subject + to be + (non-verb) + sisa kalimat

Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur
You are very clever
Kamu sangat pandai

He is a farmer
Dia seorang petani

Pada kalimat di atas tidak ada kata kerjanya sehingga harus menggunakan to be. Are dan is adalah contoh to be. Penjelasan mengenai penggunaan to be akan dibahas pada bab 11.



Bab 9
Kalimat Negatif

Kalimat negatif adalah kalimat yang menggunakan kata not (tidak).

Pada kalimat verbal, untuk membentuk kalimat negatifnya harus menambahkan kata kerja bantu + not di belakang subyek.

Rumusnya yaitu :
            Subject + kk bantu (do/does/did) + not + sisa kalimat

Contoh :
I play football
(-) I do not play football
Saya tidak bermain sepakbola

We have much money
(-) We do not have much money
Kita tidak punya banyak uang

He wants to buy a book
(-)He does not want to buy a book
Dia tidak ingin membeli sebuah buku

She drank a glass of milk.just now.
(-) She did not drink a glass of milk just now.




Pada kalimat nonverbal, untuk membentuk kalimat negatifnya hanya menambahkan not saja di belakang to be.

Rumusnya yaitu :
            Subject + to be + not + sisa kalimat


Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur
(-) I am not in the kitchen
Saya tidak di dapur

You are clever
Kamu pandai
(-) You are not clever
Kamu tidak pandai

He is a farmer
Dia seorang petani
(-) He is not a farmer
Dia bukan seorang petani




Bab 10
Kalimat Tanya

Kalimat tanya yaitu kalimat yang digunakan untuk bertanya.

Pada kalimat verbal, untuk membentuk kalimat tanya, harus menggunakan kata kerja bantu yang diiletakkan di depan subyek.

Rumusnya yaitu :
            kk bantu + subject + kata kerja + sisa kalimat

Contoh :
I play football
Saya bermain sepak bola
(?) Do I play football?
Apakah saya bermain sepakbola?

We have much money
Kita punya banyak uang
(?) Do we have much money?
Apakah kita punya banyak uang?

He wants to buy a book
Dia ingin membeli sebuah buku
(?)Does he want to buy a book ?
Apakah dia ingin membeli sebuah buku?

Pada kalimat nonverbal, untuk membentuk kalimat tanya, hanya memindahkan to be ke depan subyek.


Rumusnya yaitu :
            To be + subject + sisa kalimat + tanda tanya (?)

Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur
(?) Am I in the kitchen?
Apakah saya di dapur?

You are clever
Kamu pandai
(?) Are you clever?
Apakah kamu pandai?

He is a farmer
Dia seorang petani
(?) Is he a farmer?
Apakah dia seorang petani?

Kalimat tanya juga dapat dibentuk dengan menambahkan Question Word (kata Tanya) di depan kalimat tersebut.
Macam-macam question word antara lain:
who                     - siapa
whom                  - siapa
whose                  - milik siapa
which                   - yang mana
what                    - apa
when                    - kapan
where                   - dimana/kemana
why                     - mengapa
how                     - bagaimana
how many            - berapa banyak
how many digunakan untuk menanyakan benda yang dapat dihitung
how much            - berapa banyak
how much digunakan untuk menanyakan benda yang tidak dapat dihitung
how far                - berapa jauh
how long             - berapa panjang
how deep             - berapa dalam
dan lain-lain.

Contoh:
Who is she?
Siapa dia?

Whose is that book?
Milik siapa buku itu?

Whose book is that?
Boko siapa itu?

Which is your book?
Yang mana bukumu?


Which book is yours?
Yang mana bukumu?

What are you doing?
Apa yang sedang kamu lakukan?

What book is that?
Buku apa itu

When will you go to Cilacap?
Kapan kamu akan pergi ke Cilacap?

Where do you live?
Dimana kamu tinggal?

Why do you love me?
Mengapa kamu mencintai saya?

How are tou today?
Bagaimana kabarmu hari ini?

How many paper do you have?
Berapa banyak kertas yang kamu punya?

How much money can you give me?
Berapa banyak uang yang dapat kamu berikan kepada saya?



Bab 11
To be dan Kata Kerja Bantu

            Macam-macam to be dan kata kerja bantu yaitu:

subjek
to be
kk bantu

present
past
present
past
I
am
was
do
did
We
are
were
do
did
You
are
were
do
did
He
is
was
does
did
She
is
was
does
did
It
is
was
does
did
They
are
were
do
did




Contoh pemakaian:
to be present (am/are/is)
I am a student
Saya adalah seorang pelajar
(-) I am not a student
Saya bukan seorang pelajar
(?) Am I a student?
Apakah saya seorang pelajar?
(why) why am I a student?
Mengapa saya seorang pelajar?

We are students
Kami adalah pelajar
(-) We are not students
Kami bukan pelajar
(?) Are we students?
Apakah kami pelajar?
(why) why are we students?
Mengapa kami seorang pelajar?

You are a student
Kamu adalah seorang pelajar
(-) You are not a student
Kamu bukan seorang pelajar
(?) Are you a student?
Apakah kamu seorang pelajar?
(why) why are you a student?
Mengapa kamu seorang pelajar?

He is a student
Dia adalah seorang pelajar
(-) He is not a student
Dia bukan seorang pelajar
(?) Is he a student?
Apakah dia seorang pelajar?
(why) why is he a student?
Mengapa dia seorang pelajar?

She is a student
Dia adalah seorang pelajar
(-) She is not a student
Dia bukan seorang pelajar
(?) Is she a student?
Apakah dia seorang pelajar?
(why) why is she a student?
Mengapa dia seorang pelajar?

It is a student
Dia adalah seorang pelajar
(-) It is not a student
Dia bukan seorang pelajar
(?) Is it a student?
Apakah dia seorang pelajar?
(why) why is it a student?
Mengapa dia seorang pelajar?

They are students
Mereka adalah pelajar
(-) They are not students
(?) Are they students?
(why) why are they students?
Mengapa mereka seorang pelajar?
to be past (was/were)
I was in his house yesterday
Saya di rumahnya kemarin
(-) I was not in his house yesterday
Saya tidak di rumahnya kemarin
(?) Was I in his house yesterday?
Apakah saya di rumahnya kemarin?
(why) Why was I in his house yesterday?
Mengapa saya di rumahnya kemarin?

We were in his house yesterday
Kami di rumahnya kemarin
(-) We were not in his house yesterday
Kami tidak di rumahnya kemarin
(?) Were we in his house yesterday?
Apakah kami di rumahnya kemarin?
(why) Why were we in his house yesterday?
Mengapa kami di rumahnya kemarin?

You were in his house yesterday
Kamu di rumahnya kemarin
(-) You were not in his house yesterday
Kamu tidak di rumahnya kemarin
(?) Were you in his house yesterday?
Apakah kamu di rumahnya kemarin?
(why) Why were you in his house yesterday?
Mengapa kamu di rumahnya kemarin?

He was in his house yesterday
Dia di rumahnya kemarin
(-) He was not in his house yesterday
Dia tidak di rumahnya kemarin
(?) Was he in his house yesterday?
Apakah dia di rumahnya kemarin?
(why) Why was he in his house yesterday?
Mengapa dia di rumahnya kemarin?

She was in his house yesterday
Dia di rumahnya kemarin
(-) She was not in his house yesterday
Dia tidak di rumahnya kemarin
(?) Was she in his house yesterday?
Apakah dia di rumahnya kemarin?
(why) Why was she in his house yesterday?
Mengapa dia di rumahnya kemarin?

It was in his house yesterday
Dia di rumahnya kemarin
(-) It was not in his house yesterday
Dia tidak di rumahnya kemarin
(?) Was It in his house yesterday?
Apakah dia di rumahnya kemarin?
(why) Why was it in his house yesterday?
Mengapa dia di rumahnya kemarin?

They were in his house yesterday
Mereka di rumahnya kemarin
(-) They were not in his house yesterday
Mereka tidak di rumahnya kemarin
(?) Were they in his house yesterday?
Apakah mereka di rumahnya kemarin?
(why) Why were they in his house yesterday?
Mengapa mereka di rumahnya kemarin?

kk bantu present (do/does)
I go to the library
Saya pergi ke perpustakaan
(-) I do not go to the library
Saya tidak pergi ke perpustakaan
(?) Do I go to the library?
Apakah saya pergi ke perpustakaan?
(how) How do I go to the library?
Bagaimana saya pergi ke perpustakaan?

We go to the library
Kami pergi ke perpustakaan
(-) We do not go to the library
Kami tidak pergi ke perpustakaan
 (?) Do we go to the library?
Apakah kami pergi ke perpustakaan?
(how) How do we go to the library?
Bagaimana kami pergi ke perpustakaan?

You go to the library
Kamu pergi ke perpustakaan
(-) You do not go to the library
Kamu tidak pergi ke perpustakaan
(?) Do you go to the library?
Apakah kamu pergi ke perpustakaan?
(how) How do you go to the library?
Bagaimana kamu pergi ke perpustakaan?

He goes to the library
Dia pergi ke perpustakaan
(-) He does not go to the library
Dia tidak pergi ke perpustakaan
(?) Does he go to the library?
Apakah dia pergi ke perpustakaan?
(how) How does he go to the library?
Bagaimana dia pergi ke perpustakaan?

She goes to the library
Dia pergi ke perpustakaan
(-) She does not go to the library
Dia tidak pergi ke perpustakaan
(?) Does she go to the library?
Apakah dia pergi ke perpustakaan?
(how) How does she go to the library?
Bagaimana dia pergi ke perpustakaan?

It goes to the library
Dia pergi ke perpustakaan
(-) It does not go to the library
Dia tidak pergi ke perpustakaan
(?) Does it go to the library?
Apakah dia pergi ke perpustakaan?
(how) How does it go to the library?
Bagaimana dia pergi ke perpustakaan?

They go to the library
Mereka pergi ke perpustakaan
(-) They do not go to the library
Mereka tidak pergi ke perpustakaan
(?) Do they go to the library?
Apakah mereka pergi ke perpustakaan?
(how) How do they go to the library?
Bagaimana mereka pergi ke perpustakaan?

kk bantu past (did)
I studied English with my parents last week
Saya belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) I did not study  English with my parents last week
Saya tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did I study  English with my parents last week?
Apakah saya belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did I study  English with my parents last week?
Dimana saya belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

We studied English with my parents last week
Kami belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) We did not study English with my parents last week
Kami tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did we study  English with my parents last week?
Apakah kami belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did we study English with my parents last week?
Dimana kami belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

You studied English with my parents last week
Kamu belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) You did not study English with my parents last week
Kamu tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did you study  English with my parents last week?
Apakah kamu belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did you study English with my parents last week?
Dimana kamu belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

He studied English with my parents last week
Dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) He did not study English with my parents last week
Dia tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did he study English with my parents last week?
Apakah dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did he study English with my parents last week?
Dimana dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

She studied English with my parents last week
Dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) She did not study English with my parents last week
Dia tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did she study English with my parents last week?
Apakah dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did she study English with my parents last week?
Dimana dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

It studied English with my parents last week
Dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) It did not study English with my parents last week
Dia tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did it study English with my parents last week?
Apakah dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did it study English with my parents last week?
Dimana dia belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?

They studied English with my parents last week
Mereka belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(-) They did not study English with my parents last week
Mereka tidak belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu
(?) Did they study English with my parents last week?
Apakah mereka belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?
(where) Where did they study English with my parents last week?
Dimana mereka belajar bahasa Inggris dengan orang tua saya minggu lalu?




Coba kamu lengkapi titik-titik di bawah ini sesuai contoh di atas.
to be present (am/are/is)
I … a teacher
Saya adalah seorang guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We … teachers
Kami adalah guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You … a teacher
Kamu adalah seorang guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................



He … a teacher
Dia adalah seorang guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She … a teacher
Dia adalah seorang guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It … a teacher
Itu adalah seorang guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

They … teachers
Mereka adalah guru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

to be past (was/were)
I … sick two days ago
Saya sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We … sick two days ago
Kami sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You … sick two days ago
Kamu sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................

(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

He … sick two days ago
Dia sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She … sick two days ago
Dia sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It … sick two days ago
Dia sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

They … sick two days ago
Mereka sakit dua hari yang lalu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Kk bantu present (do/does)
I eat the meat carefully
Saya makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We eat the meat carefully
Kami makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You eat the meat carefully
Kamu makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................

(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

He eats the meat carefully
Dia makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She eats the meat carefully
Dia makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It eats the meat carefully
Dia makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................


They eat the meat carefully
Mereka makan daging dengan hati-hati
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

kk bantu past (did)
I let him go yesterday
Saya membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We let him go yesterday
Kami membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You let him go yesterday
Kamu membiarkannya pergi kemarin

(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

He let him go yesterday
Dia membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She let him go yesterday
Dia membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It let him go yesterday
Dia membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

They let him go yesterday
Mereka membiarkannya pergi kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................






Bab 12
Kata Ganti

Kata ganti adalah suatu kata yang menggantikan kata benda (nouns). Macam-macam kata ganti yaitu:

subjek
objek
Milik+benda
Milik tanpa diikuti benda
sendiri
arti
I
me
my
mine
myself
saya
we
us
our
ours
ourselves
kami
you
you
your
yours
yourself
kamu
you
you
your
yours
yourselves
kalian
he
him
his
his
himself
dia laki2
she
her
her
hers
herself
dia perempuan
it
it
its
-
itself
itu
they
them
their
theirs
themselves
mereka




Contoh penggunaannya:
Subjek
I can make Susi happy all of the time
Saya dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) I can not make Susi happy all of the time
Saya tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can I make Susi happy all of the time?
Apakah saya dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can I make Susi happy all of the time?
Bagaimana saya dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

We can make Susi happy all of the time
Kami dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) We can not make Susi happy all of the time
Kami tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can we make Susi happy all of the time?
Apakah kami dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can we make Susi happy all of the time?
Bagaimana kami dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

You can make Susi happy all of the time
Kamu dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) You can not make Susi happy all of the time
Kamu tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can you make Susi happy all of the time?
Apakah kamu dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can you make Susi happy all of the time?
Bagaimana kamu dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

He can make Susi happy all of the time
Dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) He can not make Susi happy all of the time
Dia tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can he make Susi happy all of the time?
Apakah dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can he make Susi happy all of the time?
Bagaimana dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

She can make Susi happy all of the time
Dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) She can not make Susi happy all of the time
Dia tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can she make Susi happy all of the time?
Apakah dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can she make Susi happy all of the time?
Bagaimana dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

It can make Susi happy all of the time
Dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) It can not make Susi happy all of the time
Dia tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can it make Susi happy all of the time?
Apakah dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can it make Susi happy all of the time?
Bagaimana dia dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

They can make Susi happy all of the time
Mereka dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(-) They can not make Susi happy all of the time
Mereka tidak dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu
(?) Can they make Susi happy all of the time?
Apakah mereka dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?
(how) How can they make Susi happy all of the time?
Bagaimana mereka dapat membuat Susi bahagia sepanjang waktu?

Objek
Budi gives me two pencils
Budi memberi saya dua pensil
(-) Budi does not give me two pencils
Budi tidak memberi saya dua pensil
(?) Does Budi give me two pencils?
Apakah Budi memberi saya dua pensil?
(when) When does Budi give me two pencils?
Kapan Budi memberi saya dua pensil?

Budi gives us two pencils
Budi memberi kami dua pensil
(-) Budi does not give us two pencils
Budi tidak memberi kami dua pensil
(?) Does Budi give us two pencils?
Apakah Budi memberi kami dua pensil?
(when) When does Budi give us two pencils?
Kapan Budi memberi kami dua pensil?

Budi gives you two pencils
Budi memberi kamu dua pensil
(-) Budi does not give you two pencils
Budi tidak memberi kamu dua pensil
(?) Does Budi give you two pencils?
Apakah Budi memberi kamu dua pensil?
(when) When does Budi give you two pencils?
Kapan Budi memberi kamu dua pensil?

Budi gives him two pencils
Budi memberi dia dua pensil
(-) Budi does not give him two pencils
Budi tidak memberi dia dua pensil
(?) Does Budi give him two pencils?
Apakah Budi memberi dia dua pensil?
(when) When does Budi give him two pencils?
Kapan Budi memberi dia dua pensil?

Budi gives her two pencils
Budi memberi dia dua pensil
(-) Budi does not give her two pencils
Budi tidak memberi dia dua pensil
(?) Does Budi give her two pencils?
Apakah Budi memberi dia dua pensil?
(when) When does Budi give her two pencils?
Kapan Budi memberi dia dua pensil?

Budi gives it two pencils
Budi memberi dia dua pensil
(-) Budi do not give it two pencils
Budi tidak memberi dia dua pensil
(?) Do Budi give it two pencils?
Apakah Budi memberi dia dua pensil?
(when) When does Budi give it two pencils?
Kapan Budi memberi dia dua pensil?

Budi gives them two pencils
Budi memberi mereka dua pensil
(-) Budi does not give them two pencils
Budi tidak memberi mereka dua pensil
(?) Does Budi give them two pencils?
Apakah Budi memberi mereka dua pensil?
(when) When does Budi give them two pencils?
Kapan Budi memberi mereka dua pensil?

Kata ganti milik + benda
My friend will arrive here at 9 o’clock
Temanku akan tiba di sini pada pukul 9
(-) My friend will not arrive here at 9 o’clock
Temanku tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will my friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah temanku akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will my friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana temanku akan tiba di sini pada pukul 9?

Our friend will arrive here at 9 o’clock
Teman kami akan tiba di sini pada pukul 9
(-) Our friend will not arrive here at 9 o’clock
Teman kami tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will our friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah teman kami akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will our friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana teman kami akan tiba di sini pada pukul 9?

Your friend will arrive here at 9 o’clock
Temanmu akan tiba di sini pada pukul 9
(-) Your friend will not arrive here at 9 o’clock
Temanmu tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will your friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah temanmu akan tiba di sini pada pukul 9?

(how) How will your friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana temanmu akan tiba di sini pada pukul 9?

His friend will arrive here at 9 o’clock
Temannya akan tiba di sini pada pukul 9
(-) His friend will not arrive here at 9 o’clock
Temannya tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will his friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah temannya akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will his friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana temannya akan tiba di sini pada pukul 9?

Her friend will arrive here at 9 o’clock
Temannya akan tiba di sini pada pukul 9
(-) Her friend will not arrive here at 9 o’clock
Temannya tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will her friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah temannya akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will her friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana temannya akan tiba di sini pada pukul 9?

Its friend will arrive here at 9 o’clock
Temannya akan tiba di sini pada pukul 9
(-) Its friend will not arrive here at 9 o’clock
Temannya tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will its friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah temannya akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will its friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana temannya akan tiba di sini pada pukul 9?


Their friend will arrive here at 9 o’clock
Teman mereka akan tiba di sini pada pukul 9
(-) Their friend will not arrive here at 9 o’clock
Teman mereka tidak akan tiba di sini pada pukul 9
(?) Will their friend arrive here at 9 o’clock?
Apakah teman mereka akan tiba di sini pada pukul 9?
(how) How will their friend arrive here at 9 o’clock?
Bagaimana teman mereka akan tiba di sini pada pukul 9?

Kata ganti milik tanpa diikuti bendanya
The computer that you use is mine
Komputer yang kamu gunakan adalah milikku
(-) The computer that you use is not mine
Komputer yang kamu gunakan bukan milikku
(?) Is the computer that you use mine?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah milikku?
(why) Why is the computer that you use mine?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah milikku?

The computer that you use is ours
Komputer yang kamu gunakan adalah milik kami
(-) The computer that you use is not ours
Komputer yang kamu gunakan bukan milik kami
(?) Is the computer that you use ours?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah milik kami?
(why) Why is the computer that you use ours?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah milik kami?

The computer that you use is yours
Komputer yang kamu gunakan adalah milikmu

(-) The computer that you use is not yours
Komputer yang kamu gunakan bukan milikmu
(?) Is the computer that you use yours?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah milikmu?
(why) Why is the computer that you use yours?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah milikmu?

The computer that you use is his
Komputer yang kamu gunakan adalah miliknya
(-) The computer that you use is not his
Komputer yang kamu gunakan bukan miliknya
(?) Is the computer that you use his?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah miliknya?
(why) Why is the computer that you use his?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah miliknya?

The computer that you use is hers
Komputer yang kamu gunakan adalah miliknya
(-) The computer that you use is not hers
Komputer yang kamu gunakan bukan miliknya
(?) Is the computer that you use hers?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah miliknya?
(why) Why is the computer that you use hers?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah miliknya?

The computer that you use is theirs
Komputer yang kamu gunakan adalah milik mereka
(-) The computer that you use is not theirs
Komputer yang kamu gunakan bukan milik mereka
(?) Is the computer that you use theirs?
Apakah komputer yang kamu gunakan adalah milik mereka?
(why) Why is the computer that you use theirs?
Mengapa komputer yang kamu gunakan adalah milik mereka?

Kata ganti yang menyatakan diri sendiri
I make the cake myself
Saya membuat roti itu sendiri
(-) I do not make the cake myself
Saya tidak membuat roti itu sendiri
(?) Do I make the cake myself?
Apakah saya membuat roti itu sendiri?
(where) Where do I make the cake myself?
Dimana saya membuat roti itu sendiri?

We make the cake ourselves
Kami membuat roti itu sendiri
(-) We do not make the cake ourselves
Kami tidak membuat roti itu sendiri
(?) Do we make the cake ourselves?
Apakah kami membuat roti itu sendiri?
(where) Where do we make the cake myself?
Dimana kami membuat roti itu sendiri?

You make the cake yourself
Kamu membuat roti itu sendiri
(-) You do not make the cake yourself
Kamu tidak membuat roti itu sendiri
(?) Do you make the cake yourself?
Apakah kamu membuat roti itu sendiri?
(where) Where do you make the cake myself?
Dimana kamu membuat roti itu sendiri?

He makes the cake himself
Dia membuat roti itu sendiri
(-) He does not make the cake himself
Dia tidak membuat roti itu sendiri
(?) Does he make the cake himself?
Apakah dia membuat roti itu sendiri?
(where) Where does he make the cake myself?
Dimana dia membuat roti itu sendiri?

She makes the cake herself
Dia membuat roti itu sendiri
(-) She does not make the cake herself
Dia tidak membuat roti itu sendiri
(?) Does she make the cake herself?
Apakah dia membuat roti itu sendiri?
(where) Where does she make the cake myself?
Dimana dia membuat roti itu sendiri?

It makes the cake itself
Dia membuat roti itu sendiri
(-) It does not make the cake itself
Dia tidak membuat roti itu sendiri
(?) Does it make the cake itself?
Apakah dia membuat roti itu sendiri?
(where) Where does it make the cake myself?
Dimana dia membuat roti itu sendiri?

They make the cake themselves
Mereka membuat roti itu sendiri
(-) They do not make the cake themselves
Mereka tidak membuat roti itu sendiri
(?) Do they make the cake themselves?
Apakah mereka membuat roti itu sendiri?
(where) Where do they make the cake myself?
Dimana mereka membuat roti itu sendiri?




Coba kamu lengkapi titik-titik di bawah ini sesuai dengan contoh di atas.

Subject
I sweep the floor with the new broom
Saya menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We sweep the floor with the new broom
Kami menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You sweep the floor with the new broom
Kamu menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................


He sweeps the floor with the new broom
Dia menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She sweeps the floor with the new broom
Dia menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It sweeps the floor with the new broom
Dia menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

They sweep the floor with the new broom
Mereka menyapu lantai dengan sapu baru
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Object
Anton reads a story about me
Anton membaca sebuah cerita tentang saya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Anton reads a story about us
Anton membaca sebuah cerita tentang kami
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Anton reads a story about you
Anton membaca sebuah cerita tentang kamu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................

(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Anton reads a story about him
Anton membaca sebuah cerita tentang dia
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Anton reads a story about her
Anton membaca sebuah cerita tentang dia
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Anton reads a story about it
Anton membaca sebuah cerita tentang itu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................


Anton reads a story about them
Anton membaca sebuah cerita tentang mereka
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Kata ganti milik + benda
Asyari borrows my motorcycle
Asyari meminjam motorku
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrows our motorcycle
Asyari meminjam motor kami
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrows your motorcycle
Asyari meminjam motormu

(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrows his motorcycle
Asyari meminjam motornya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrow her motorcycle
Asyari meminjam motornya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrow its motorcycle
Asyari meminjam motornya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Asyari borrow their motorcycle
Asyari meminjam motor mereka
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Kata ganti milik tanpa diikuti bendanya
Mine is the best
Milikku paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Ours is the best
Milik kami paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Yours is the best
Milikmu paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

His is the best
Miliknya paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Hers is the best
Miliknya paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Theirs is the best
Milik mereka paling bagus
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Kata ganti yang menyatakan diri sendiri (Reflexive Pronouns)
I write this letter myself
Saya menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We write this letter ourselves
Kami menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You write this letter yourself
Saya menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................

(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

He writes this letter himself
Dia menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She writes this letter herself
Dia menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

It writes this letter itself
Dia menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................


They write this letter themself
Mereka menulis surat ini sendiri
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................




Bab 13
Auxiliary Verb

Ada 24 macam auxiliary verb, yaitu:

Aux.
Arti
Jenis
am
ada/adalah
to be
are
ada/adalah
to be
is
ada/adalah
to be
was
ada/adalah
to be
were
ada/adalah
to be
must
harus
modal
may
boleh/mungkin
modal
might
boleh/mungkin
modal
can
dapat
modal
could
dapat
modal
shall
akan
modal
should
seharusnya/harus
modal
will
akan/mau
modal
would
mau
modal
have
telah
-
has
telah
-
had
telah
-
ought to
seharusnya
modal
used to
biasa (di masa lampau)
modal
need
perlu
modal
dare
berani
modal
do
-
-
does
-
-
did
-
-

Contoh penggunaan:
I am a winner
Saya adalah seorang pemenang
(-) I am not a winner
Saya bukan seorang pemenang
(?) Am I a winner?
Apakah saya adalah seorang pemenang?
(why) Why am I a winner?
Mengapa saya adalah seorang pemenang?

We are football players
Kami adalah pemain sepak bola
(-) We are not football players
Kami bukan pemain sepak bola
(-) Are we football players?
Apakah kami adalah pemain sepak bola?
(why) Why are we football players?
Mengapa kami adalah pemain sepak bola?

He is a teacher
Dia adalah seorang guru
(-) He is not a teacher
Dia bukan seorang guru
(?) Is he a teacher?
Apakah dia adalah seorang guru?
(why) Why is he a teacher?
Mengapa dia adalah seorang guru?

It was there this morning
Itu di sana tadi pagi
(-) It was not there this morning
Itu tidak di sana tadi pagi
(?) Was it there this morning?
Apakah itu di sana tadi pagi?
(how) How was it there this morning?
Bagaimana itu di sana tadi pagi?

You were in the market yesterday
Kamu di pasar kemarin
(-) You were not in the market yesterday
Kamu tidak di pasar kemarin
(?) Were you in the market yesterday?
Apakah kamu di pasar kemarin?
(why) Why were you in the market yesterday?
Mengapa kamu di pasar kemarin?

We must be success men
Kami harus menjadi orang yang sukses
(-) We must not be success men
Kami tidak harus menjadi orang yang sukses
(?) Must we must be success men?
Apakah kami harus menjadi orang yang sukses?
(why) Why must we must be success men?
Mengapa kami harus menjadi orang yang sukses?

I may bring something
Saya boleh/bisa membawa sesuatu
(-) I may not bring something
Saya tidak boleh membawa sesuatu
(?) May I bring something?
Apakah saya boleh membawa sesuatu?
(where) Where may I bring something?
Kemana saya boleh/bisa membawa sesuatu?

We might sleep at 9 o’clock last night
Kami mungkin tidur pada pukul 9 tadi malam
(-) We might not sleep at 9 o’clock last night
Kami mungkin tidak tidur pada pukul 9 tadi malam
(?) Might we sleep at 9 o’clock last night?
Apakah kami mungkin tidur pada pukul 9 tadi malam?
(where) Where might we sleep at 9 o’clock last night?
Dimana kami mungkin tidur pada pukul 9 tadi malam?

We can leave her alone here
Kami dapat meninggalkannya sendiri disini
(-) We can not leave her alone here
Kami tidak dapat meninggalkannya sendiri disini
(?) Can we leave her alone here?
Apakah kami dapat meninggalkannya sendiri disini?
(how) How can we leave her alone here?
Bagaimana kami dapat meninggalkannya sendiri disini?

They could do the examination yesterday
Mereka dapat mengerjakan ujian kemarin
(-) They could not do the examination yesterday
Mereka tidak dapat mengerjakan ujian kemarin
(?) Could they do the examination yesterday?
Apakah mereka dapat mengerjakan ujian kemarin?
(how) How could they do the examination yesterday?
Bagaimana mereka dapat mengerjakan ujian kemarin?


We shall sing a song on the stage
Kami akan menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) We shall not sing a song on the stage
Kami tidak akan menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(?) Shall we sing a song on the stage?
Apakah kami akan menyanyikan sebuah lagu di atas panggung?
(when) When shall we sing a song on the stage?
Kapan kami akan menyanyikan sebuah lagu di atas panggung?

I should take a bath
Saya akan mandi
(-) I should not take a bath
Saya tidak akan mandi
(?) Should I take a bath?
Apakah saya akan mandi?
(where) Where should I take a bath?
Dimana saya akan mandi?

He will buy a bicycle tomorrow
Dia akan membeli sebuah sepeda besok
(-) He will not buy a bicycle tomorrow
Dia tidak akan membeli sebuah sepeda besok
(?) Will he buy a bicycle tomorrow?
Apakah dia akan membeli sebuah sepeda besok?
(where) Where will he buy a bicycle tomorrow?
Dimana dia akan membeli sebuah sepeda besok?

They would play football
Mereka akan bermain sepak bola
(-) They would not play football
Mereka tidak akan bermain sepak bola
(?) Would they play football?
Apakah mereka akan bermain sepak bola?
(when) When would they play football?
Kapan mereka akan bermain sepak bola?

You have met your mother
Kamu telah bertemu ibumu
(-) You have not met your mother
Kamu telah tidak bertemu ibumu
(?) Have you met your mother?
Apakah kamu telah bertemu ibumu?
(where) Where have you met your mother?
Dimana kamu telah bertemu ibumu?

She has spent her money to buy a tipe
Dia telah membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah pita
(-) She has not spent her money to buy a tipe
Dia telah tidak membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah pita
(-) Has she spent her money to buy a tipe?
Apakah dia telah membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah pita?
(where) Where has she spent her money to buy a tipe?
Dimana dia telah membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah pita?

The bell had rung before 7 o’clock
Loncengnya telah berdering sebelum pukul 7
(-) The bell had not rung before 7 o’clock
Loncengnya telah tidak berdering sebelum pukul 7
(?) Had the bell rung before 7 o’clock?
Apakah loncengnya telah berdering sebelum pukul 7?
(why) Why had the bell rung before 7 o’clock?
Mengapa loncengnya telah berdering sebelum pukul 7?

I ought to study hard
Saya seharusnya belajar giat
(-) I ought not to study hard
Saya seharusnya tidak belajar giat
(?) Ought I to study hard?
Apakah saya seharusnya belajar giat?
(how) How ought I to study hard?
Bagaimana saya seharusnya belajar giat?

We used to read novels
Kami biasa membaca novel
(-) We used not to read novels
Kami biasa tidak membaca novel
Used we to read novels?
Apakah kami biasa membaca novel?
(where) Where used we to read novels?
Dimana kami biasa membaca novel?

We need something to write a letter
Kami perlu sesuatu untuk menulis sebuah surat
(-) We need not something to write a letter
Kami tidak perlu sesuatu untuk menulis sebuah surat
(?) Need we something to write a letter?
Apakah kami perlu sesuatu untuk menulis sebuah surat?
(why) Why need we something to write a letter?
Mengapa kami perlu sesuatu untuk menulis sebuah surat?

I dare say that you are handsome
Saya berani mengatakan bahwa kamu tampan

(-) I dare not say that you are handsome
Saya tidak berani mengatakan bahwa kamu tampan
(?) Dare I say that you are handsome?
Apakah saya berani mengatakan bahwa kamu tampan?
(how) How dare I say that you are handsome?
Bagaimana saya berani mengatakan bahwa kamu tampan?

I take your pen
Saya mengambil pulpenmu
(-) I do not take your pen
Saya tidak mengambil pulpenmu
(?) Do I take your pen?
Apakah saya mengambil pulpenmu?
(where) Where do I take your pen?
Dimana saya mengambil pulpenmu?

He makes a fault
Dia membuat sebuah kesalahan
(-) He does not make a fault
Dia tidak membuat sebuah kesalahan
(?) Does he make a fault?
Apakah dia membuat sebuah kesalahan?
(why) Why does he make a fault?
Mengapa dia membuat sebuah kesalahan?

They built a house
Mereka membangun sebuah rumah
(-) They did not build a house
Mereka tidak membangun sebuah rumah
(?) Did they build a house?
Apakah mereka membangun sebuah rumah?
(when) When did they build a house?
Kapan mereka membangun sebuah rumah?
Coba kamu lengkapi titik-titik di bawah ini sesuai contoh di atas.

I am in the school
Saya di sekolah
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when) .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

You are a lier
Kamu adalah seorang pembohong
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why) .........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She is a pretty girl
Dia adalah seorang gadis yang cantik
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why) .........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We was watching television when you came here
Kami sedang menonton TV ketika kamu datang kemari
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where) ......................................................................................................................
...................................................................................................................................

They were in the garden
Mereka di taman
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when) .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

We must say greeting before entering it
Kami harus mengucapkan salam sebelum memasukinya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

I may stay here for a moment
Saya mungkin tinggal di sini untuk sementara waktu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You might leave something yesterday
Kamu mungkin meninggalkan sesuatu kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

He can do it
Dia dapat mengerjakannya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

She could give you happyness
Dia dapat memberimu kebahagiaan
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................


I shall lead this troops
Saya akan memimpin pasukan
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when) .......................................................................................................................
...................................................................................................................................
                      
We should take an equipment
Kami akan mengambil peralatan
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where) ......................................................................................................................
...................................................................................................................................

Arif will be a president of Indonesia
Arif akan menjadi presiden Indonesia
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when) .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

They would hold a party
Mereka akan mengadakan sebuah pesta
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where) ......................................................................................................................
...................................................................................................................................

I have got my right
Saya telah mendapatkan hak saya
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(how)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Nyoto has given his money to you
Nyoto telah memberikan uangnya kepadamu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why) .........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We ought to run quickly
Kami seharusnya berlari dengan cepat
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when) .......................................................................................................................
...................................................................................................................................

He used to speak English a long time ago
Dia biasa berbicara bahasa Inggris dulu
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(where).......................................................................................................................
...................................................................................................................................

We need someone to lead this class
Kami memerlukan seseorang untuk memimpin kelas ini
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

We dare say we can
Kami berani mengatakan kami bisa
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

You drink a glass of water
Kamu minum segelas air

(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................

He helps me to do the task
Dia membantu saya untuk mengerjakan tugas
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(when)........................................................................................................................
...................................................................................................................................

Mother forbade me to play badminton yesterday
Ibu melarangku bermain badminton kemarin
(-) ...............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(?) ..............................................................................................................................
...................................................................................................................................
(why)..........................................................................................................................
...................................................................................................................................


           
           
Penutup

Inilah buku yang kami usahakan sebaik mungkin untuk menjadi bacaan yang menuntun, menarik, dan tidak membosankan bagi pembaca. Dengan harapan buku ini telah sedikit memberikan penerangan, karena ilmu yang disampaikan, ditularkan, dan diamalkan cahayanya akan terus mengalir, sedikit demi sedikit mengikis kegelapan.
Tentunya sebuah karya tidak mungkin lepas dari kurang dan salah. Karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Terakhir kami kutipkan kata-kata yang mungkin bisa membantu:

“Practise makes perfect”
“Banyak berlatih dapat membuatnya lebih sempurna”



Daftar Pustaka

Cambridge English House. Hand Book 1-6. Yogyakarta: CEH.
Cambridge English House. Word Power 1-6. Yogyakarta: CEH.
Echolis, John M, Hassan Shadily. 1997. Kamus Indonesia Inggris. Jakarta: Percetakan PT Gramedia.
Echolis, John M, Hassan Shadily 1982. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Percetakan PT Gramedia.